Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Patah Hati, BUNUH DIRI?


Cinta adalah anugrah, dengan merasakan cinta kita akan tau manis dan pahitnya hidup. Nggak hanya orang tua saja yang saling jatuh cinta, para ABG pun nggak ketinggalan untuk mencobanya.  Namun dengan adanya cinta, banyak hal yang sering kali membuat orang frustasi dan merasa hidupnya benar-benar tak berarti, seperti halnya ketika mereka patah hati. padahal patah hati hanyalah hal sepele yang tak perlu di besar-besarkan. Namun bagi sebagian orang, patah hati itu seperti tersambar petir berjuta-juta kali. Hahaha lebay . . . !
Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi sakit akibat putus cinta nih, tapi salah satunya bukan bunuh diri ya . . . ! INGAT bunuh diri itu bukan solusi tapi menambah masalah. Ya kalau langsung mati, kalau gagal bisa masuk rumah sakit dan buang-buang uang. Kasihan orang tua ya kaaaan ….. ! untuk itu, jangan pernah punya fikiran untuk mengakhiri hidup karna hal yang sepele, masa depan kita masih panjang iya kan bro, sis . . . ! untuk itu saya punya solusi nih, untuk menangkal sakit hati akibat di putus pacar .

1.      Positive thinking
Berfikiran positif adalah cara pertama yang harus dilakukan. Karena dengan berfikir positif kita akan tau bahwa mungkin memang dia bukan yang terbaik untuk menjadi sandaran hati kita. Dan mudah-mudahan Tuhan akan mengirimkan seseorang yang terbaik dan pas untuk kita cintai. Amin  

2.      Cari kesibukan
Ini cara paling mudah untuk menghilangkan rasa sakit akibat di putus pacar. Carilah kesibukan sebanyak-banyaknya seperti mulai ikutan organisasi di sekolah atau kampus, bantu-bantu ibu bersih-bersih rumah, belajar yang giat biar dapat rangking atau bisa juga mulai menekuni hobi siapa tau bisa mendatangkan uang. hehehe  

3.      Cari pacar baru
Solusi ketiga ini agak berat ya karena mungkin rasa sakit akibat mantan pacar belum sembuh sehingga ada trauma tersendiri bagi kita untuk mencari yang lain. Tapi di pastikan kalau ada orang lain yang mengisi hari-hari kita, maka dengan sendirinya kita akan mulai menata hati dan mulai move on.

4.      Jomblo
      Langkah ini yang kiranya bisa membuat hati merasa tenang. Dengan menjadi single atau jomblo, kita akan memiliki banyak waktu untuk melakukan hal-hal positif yang selama ini belum bisa tercapai. Dan mungkin dengan menjadi jombo kita akan dapat mulai selektif memilih pasangan yang sesuai dengan criteria kita.

5.      Berdoa
      Dengan berdoa kita akan merasa tentram, tenang dan dekat dengan Tuhan. Jangan menyesali apa yang Tuhan berikan karena Dia punya penilaian lain tentang pasanganmu. Mungkin memang dia bukanlah sosok yang pantas untuk kamu cintai, atau juga mungkin Tuhan tlah mengujimu. Apakah kamu akan tegar dengan pilihanNya atau kamu akan terpuruk hanya karena cinta semu. So move on dan terus berdoa dan mulai mencari belahan jiwa yang sesuai dengan pribadimu dan Tuhan yang akan merestuinya.



Minggu, 02 Oktober 2011

Bersabar



Untukmu yang hatinya mengkerut karena kekejaman orang lain,
dengarlah ini ya?
Memang akan ada orang yang sudah mengikhlaskan dirinya kepada kejahatan, tapi ... dia ditemukan atau dijauhkan darimu hanya dengan keputusan Tuhan. Dan jika engkau sedang ditemukan dengan yang memang jahat,
bersabarlah, tersenyumlah dalam kesedihanmu,
bahwa ini adalah keputusan Tuhan untuk mendekatkanmu kepada kebaikan yang kau minta dari-Nya.
Aamiin Maka bersabarlah.
Tersenyumlah dalam kesedihanmu.

“ Mario Teguh ”

       Memang super sekali semangat yang diberikan oleh Kak Mario Teguh, dengan bersabar dan tersenyum dalam kepedihan, Tuhan akan mendekatkan kita pada kebaikan.
          Semoga, kita menjadi orang-orang yang suka bersabar, , amin …  

Senin, 23 Mei 2011

Jenis-jenis cinta, apa aja sih !!


a.      Teori Tentang Cinta
Ngomong – ngomong tentang teori cinta, sebenernya banyak banget teori-teori tentang cinta itu. Dari factor psikologis, cinta itu dapat berupa dua sesuatu yang hampir sama bahkan nyaris sama yaitu MENYUKAI dan MENCINTAI.
Dua hal ini tuh sering buat kita bingung setengah hidup. Kadang kita nggak tau apa yang kita rasakan, apakah kita menykai atau mencintai. Emmm… sebenerya hal ini tuh dapat kita ketahui jawabannya seiring dengan berjalannya waktu dengan cara melihat tanda-tandanya.
Mecintai itu membutuhkan pengorbanan untuk merasakannya. Tidak seperti menyukai, yang hanya membuat gelisah di kehidupan seseorang. Tapi dengan menyukai orang kita punya kesempatan untuk mencintai orang itu. Tentunya dari sesuatu yang kita rasakan, kita pasti bisa membedakan antara menyukai dan mencintai.
Perasaan cinta lebih dalam dari pada perasaan suka, Rasa suka biasanya hanya sebentar, beda banget dengan rasa cinta yang dapat berlangsung lama bahkan selamanya. Rasa suka akan memudar, saat kita tau kekurangan orang yang kita sukai. Namun, bila rasa itu adalah cinta maka tidak akan pernah pudar, meskipun kita mengetahui bahwa dia memiliki kekurangan yang banyak.
Sebenarnya cinta harus disertai dengan logika, supaya cinta itu gak menjadi cinta buta. gak lucukaan kalau kita mecintai orang yang sudah punya suami atau udah punya istri ?
Jadi kita juga harus ekstra hati – hati dalam menempatkan dan memperlakukan cinta agar tidak merugikan kita sendiri bahkan orang lain. Hubungan cinta yang sehat akan membuat hidup orang yang menjalaninya pun akan baik.

b.    Jenis-jenis Cinta
Secara khusus cinta itu dapat dibedakan menjadi beberapa macam :

1.     Eros, asal kata ini dari mitologi Yunani, Eros, sang Dewa Cinta. Eros adalah cinta manusia semata yang diinspirasi oleh sesuatu yang menarik dari obyeknya.  Eros merupakan cinta yang tumbuh dari  manusia kepada yang lain. Namun cinta ini hanya menutut puncak fisik seseorang yang sifatnya hanya sesaat. Misalnya nich ya, Si A suk sama si b karena B punya body seksi kayak Aura Kasih atau Syahrini. Hemmmm…. Jadi intinya Eros itu hanya tertarik denga factor x yang ada hubungannya dengan fisik pasangannya yang akan menimbulkan gairah sex, atau dalam bahasa inggrisnya tuch “ Erotic “.
2.    Storge, Storge itu adalah ikatan alami antara ibu, bapak, anak, dan saudara. Jadi meskipun seorang anak dipisahkan dari ibu atau bapaknya ikatan alami ini akan membuat mereka merasa bahwa ini loh bapaknya atau ini ibunya. Hal ini terjadi karena bagaimanapun da seperti apapun saudara atau orang tua kita, kita akan tetap mempunyai ikatan batin dan darah dengan mereka.
3.    Philia, Philia setingkat lebih tinggi dari pada Eros, yang berhubungan dengan kejiwaan. Philia adalah cinta antara sahabat. Cinta yag tumbuh dari kebersamaan, namun tetapi ada sedikit Eros pada Philia. Kita memilih tema karena ada kebahagiaan saat kita bersama mereka. Ada dari dri mereka yang kita hargai missal kepintaran, ekspresi diri yang saling memuaskan dsb.
4.    Agape, Agape adalah jenis cinta yang mengarah pada mutu cinta yang lebih berkualitas, luhur, membahagiakan (bukan cinta sementara) dan tidak posesif, tapi akan menimbulkan rasa nyaman dan membebaskan, akan tumbuh menjadi cinta ILahi yang tidak mencari kesenangan sendiri, tapi senang member tanpa menuntut balas.
5.    Cinta kagum, Cinta jenis ini termasuk cinta yang berbahaya karena haya didasari rasa kagum saja, dan orang yang mengalami ini akan mudah sekali jatuh cinta. Nahh low….!!
6.    Cinta tertolong, disini cinta akan muncul karena merasa tertolong atau merasa berhutang budi. Misakan nich ya, si A suka ditolong sama si B akhirnya tumbuhkah benih-benih cinta, nah, cinta yang kayak gini juga dikategorikan sebagai cinta “Balas Budi”, dan apabila si cowok atau ceweknya merasa bahwa pasangannya sudah tidak memberikan apa-apa, bukan tidak mungkin cintanya akan hilang.
7.    Cinta Butuh, cinta ini agak mirip dengan cinta tertolong, jenis cinta ini tuh maksudnya akan timbul cinta karena merasa membutuhkan atau dibutuhkan, Misal ni, Si A suka sama Si B yang pintarnya selangit, terus supaya si B mau terus-terusan membantu si A maka si A berusaha menjerat hatinya supaya dapat nilai bagus. Cinta kayak gini ni yang suka dipraktekkan .... wah wah…. Ternyata ada cinta dibalik udang.
8.    Cinta terhibur, artinya cinta yang timbul karena merasa terhibur. Contohnya, banyak Pelawak Indonesia yang berpoligami. Fakta membuktikan, bahwa seorang cewek lebih memilih seorang cowok yang tidak terlalu tampan tapi humoris daripada cowok yang tampan namun pendiam, karena si cewek aka merasa terhibur dan betah dekat dengan cowok yang bisa membuatnya selalu tersenyum. Hemmm lucu sich lcu tapi kalau punya bayak istri ya…… dah gak lucu lagi.
9.    Cinta kasihan, adalah jatuh cinta karena kasihan pada seseorang, misanya nich seseorang merasa kasihan melihat kelemahan atau kekurangan orang lain. Cinta yang seperti ini akan sangat membahayakan karena akan timbul false love atau cinta palsu. Yang pada akhirnya akan membuat kedua pihak merasakan sakit hati...!!
10. Cinta cocok, cinta ii didasarkan karena banyaknya kecocokan atara kedua belah pihak. Misalkan, sama-sama suka sepak bola atau yang lainnya. Masalah yang akan timbul adalah setelah berhubungan beberapa lama, maka satu demi satu perbedaan akan muncul dan menyebabkan ketidakcocokan.  
11.  Cinta sejati, Cinta sejati adalah cinta yang sangat tepat. Cinta ini berasal dari Tuhan, sehingga membawa kita pada pikiran yang terbuka. Seperti halnya cinta Agape, cinta jenis ini bersifat murni dan tidak buta karena masih didasari dengan pikiran jernih dan hati yang bersih. Tidak hanya mencintai kelebihan pasangan tapi juga mencintai kekurangannya. Cinta sejati bukan berarti tanpa masalah tapi justru menghadapi masalah serta menyelesaikan masalah dengan tanggung jawab.

So, itu tadi adalah jenis-jenis cinta. Mudah-mudahan yang mengalami jenis-jenis cinta yang gak wajar supaya bisa mendapatkan cinta jenis Agape atau cinta cinta sejati. Amin….


Cinta sejati adalah cinta yang tulus ikhlas
Walaupun yang mencintai tak membalas
Cinta sejati tetap bisa menerima
Walau tidak memiliki
Cinta sejati tidak dapat berubah
Tidak pandang bulu
Dan tidak lekang oleh waktu
(geny’08)




By :  Margaretha dalam buku “Keajaiban Cinta”.  



Sabtu, 21 Mei 2011

Apa sih Cinta ?


Cinta, kata inilah yang sering kita dengar dan sangat akrab dengan kita. Banyak yang bilang kalau cinta itu punya sejuta makna. Tapi, apakah semua makna dari cinta itu benar?. Pada dasarnya cinta itu murni, tulus, dan tidak mengharapkan balasan. Namun setiap orang itu pasti punya pendapat masing –masing bukan…!

Ada yang bilang cinta itu adalah saat kamu tau kalau kamu akan bahagia dengan orang itu. Tidak perduli dia tajir atau gak, dia punya rumah gede tau enggak, banyak hambatan apa nggak di percintaan kalian. Kamu dan dia akan melaluinya dengan kesabaran dan keikhlasan.

Misalnya saja, kisah seorang teman, namanya Henny dan Rian, mereka saling mencintai namun suatu hari, Rian kecelakaan dan kakinya harus diamputasi, meski kecewa Henny selalu menemainya dengan keikhlasan dan ketulusan. Mereka kemudian menikah, walaupun keluarga Henny sangat menentang pada awalnya. Mereka hidup bahagia ditengah kekurangan yang dianggap orang adalah hal yang memalukan. Dengan dasar cinta inilah, kita harus bisa menerima kelebihan dan kekurangan dari pasangan kita dengan penuh tanggung jawab. 

Dan ada juga yang menganggap bahwa cinta itu adalah koneksi dengan jiwa pasangan yang nggak akan bisa diputuskan. Sekali memiliki cinta seperti itu, hati keduanya akan mempertahankan dengan sepenuh jiwa.

Sebenarnya, cinta memiliki empat unsur : love, trust, respect, and honest. Disini dapat dikatakan, apabila cinta itu tidak didasari oleh cinta, kepercayaan, penghargaan dan kejujuran adalah suatu bentuk ketimpangan. Misalnya : Seorang anak mengatakan bahwa dia mencintai orang tuanya tapi dia nggak menghargai mereka, apakah ini masih bisa dikatakan cinta??.

Cinta itu adalah anugerah dari Allah SWT yang sangat istimewa. Seandainya saja didunia ini tidak ada cinta, maka akan terasa hambar hidup ini. Jangankan kehidupan didunia, di surgapun bila tak ada cinta tidak akan ada artinya.  Contohnya saja, kisah Nabi Adam AS yang kala itu masih tinggal di surga. Meski segala kebutuhan telah dipenuhi oleh Allah SWT, namun Nabi Adam merasa ada sesuatu yang kurang. Laksana sayur tanpa garam, hambar dan gersang hatinya tanpa ada cinta. Akhirnya Allah SWT menciptakan Hawa untuk menemaninya disurga. Dari sini dapat disimpulkan, bahwa pada dasarnya cinta itu suci, bersih, indah dan sangat sempurna. Hanya saja, manusialah yang sering menodainya.

By : dari berbagai sumber

Kamis, 19 Mei 2011

Kisah Nyata Dalam Dunia Maya

Aku Mencintaimu Suamiku

Cerita ini adalah kisah nyata… 

dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)

***

Cinta itu butuh kesabaran…
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..
Pernikahan kami sederhana namun meriah…..
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.



***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, "Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.
Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata "Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.
 Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

"Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada

kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.



***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

"Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

"Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?", tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.


 Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, "kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu.
 Sementara suamaku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

Ia menulis, "aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga acan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, "Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.
Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.

"Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya "Ayah”.

"Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.

"Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

"Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..

Nenek pun menjawab, "Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!".

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?

"Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

"Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, "kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?"
MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

"Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.

Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.


‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada suamiku, "Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”

Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”

Ayah mertuaku menjawab, "Pernikahannqa 2 minggu lagi.”

”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, "sudah tidak cantikkah aku ini?"


Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, "terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”

Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.
Dalam hatiku bertanya, "mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, "sudah malam, kita istirahat yuk!"





"Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.






Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.






Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.






Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku


save di mydocument yang bertitle "Aku Mencintaimu Suamiku.”






Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.


"Apakah kamu sudah siap?”


Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :


"Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledac.


Tiba-tiba suamiku menjawab "Lalu apa Bunda?”


Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…


"Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.


Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.


Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, "bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..


Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, "Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.


Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.


Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.


Aku pun menjawab, "bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang". Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.


Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriac mengatakan, "Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.


Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.


"Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, "maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”


Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..


Suamiku berbisik, "Bunda kok kurus?”


Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.


Aku pun berkata, "Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”


”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.


Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat "seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip ("seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”


Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.


Aku hanya menjawab, "Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.."


Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.


Keesokan harinya…


Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.


Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”


Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?


Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”
"Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”


Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.


Untuk Ibu mertuaku : "Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.


Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?
Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?
Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”


Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.


==========================
===========================


Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah..
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketadaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..
Jica aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan
ibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi..
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..


Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu..
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela..
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.


Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku.


''Ayah.. aku kangen Ayah..''


===============================================


’’Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri."
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur..
Bunda akan selalu hidup dihati ayah..
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus..
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui..
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..


’’Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka.


Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja..
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setaa dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..


’’Ayah Sayang Bunda…."

authore

Rabu, 18 Mei 2011

Ketika Cinta Datang dan Pergi

    Ketika cinta datang seseorang akan merasa disambar petir berjuta-juta kali, merasa melayang bagaikan kapas putih yang benar-benar ringan, dan bergetar seperti terkena gempa 10 SR . (He.... Lebay...)
Tapi beneran kok, rasanya tuch benar-benar bahagiiiiiiiiiiiiaa bangetz. Seolah-olah tidak ada makhluk lain yang tinggal dibumi ini selain kamu dan dia. (Heee emank yang lain pada numpang.....). Walaupun tampang doi gak keren, gak tajir, gak pinter, gak berprestasi pula tapi.... kalau dah cinta...Whatever dech orang mau ngomong apa dan bahkan ada yang lebih parah lagi, perkataan orang tua pun juga dianggap gak penting. Wah... wah.... tapi kalaw pacar yang ngomong mungkin yes aja.... kali ya...!!
  Cinta itu terkadang seperti api, kalau kita tidak menempatkannya pada yang benar maka terbakarlah kita tapi kalau kita mempergunakannya dengan sebaik-baiknya, maka akan bermanfaat. Misalnya aja, kalau pulang kuliah gak ada yang jemput tinggal pencet nomer Hp pacar, si pacarpun datang. (Heeeee maunya....).
Banyak anak muda yang terjerumus kepada hal-hal yang terlarang dengan alasan karena "saya mecintai dia". Misalnya melakukan sex dengan pacar sendiri yang awalnya cuma coba-coba tapi lama-lama ..... terjadilah kehamilan, aborsi dan hal-hal lain yang tidak bermoral lainnya.
         Dan ketika cinta pergi, seseorang akan merasa hidupnya gak berguna, makan gak enak, tidur gak nyenyak. Hanya wajah do'i yang tampan atau cantik jelitalah yang terbayang. Hem.... banyak juga yang bilang kalau lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati....(Haaa aneh tuh orang, dua-duanya kan gak lebih baik, wong sama-sama sakit juga...). Walaupun kita dikibulin pasangan dengan embel-embel cinta, terus kita dihianati, disakiti, ditusuk-tusuk hati kita tapi ada baiknya kita jangan terlalu sedih karena siapa tau tuh orang gak baik buat kita.... !! Hayow pilih mana..... pilih ditinggal waktu pacaran atau ditinggal waktu dah nikah....!!!
Cinta yang sudah hilang, bila benar-benar membuat kita sengsara, ada baiknya kita mencoba untuk mencari yang lain, karena apa? karena kita itu sangat berharga. Kita gak perlu menyiksa diri karena orang lain yang menyi-nyiakan kita. Maka dari itu, bukalah matamu lebar-lebar agar ketika ada cowok atau cewek yang benar-benar selalu ada dan selalu mencintai kita, kita buru-buru tau sebelum segalanya terlambat. Heeee
       dan yang terakhir, pada dasarnya cinta itu suci, sesuci bayi yang baru lahir, dan janganlah kita menodainya dengan kepalsuan atau nafsu yang akan merusak diri kita sendiri. Kata Bang Napi....Waspadalah.... Waspadalah.... dan Never give Up .... kejarlah cintamu walau dia berlari sangat kencang!!!!

by :nurul

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More