Recent Posts

Selasa, 15 Januari 2013

Karakteristik Cara Belajar Anak


Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa.  Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain (1) anak belajar melalui bermain; (2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya; (3) anak belajar secara alamiah, dan (4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh, bermakna, menarik, dan fungsional. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dibawah ini :
a.      Anak Belajar Melalui Bermain
Anak belajar melalui bermain, pada intinya bermain adalah suatu kegiatan yang bersifat volunter, spontan, terfokus pada proses, memberi ganjaran secara intrinsik, menyenangkan, aktif dan fleksibel (M. Solehuddin, 2000) selain itu menurut Sue Dockett dan Marilyn Fleer (2000) bermain bagi anak usia dini memiliki karakteristik simbolik, bermakna, aktif, menyenangkan, sukarela, atau volunter, episodik dan ditentukan aturan. Berikut ini adalah uraian tentang karakteristik bermain :

1.      Simbolik
Simbolik dalam bermain mengandung arti bahwa ketika bermain anak-anak memberikan simbol-simbol tertentu kepada benda, manusia atau ide. Misalnya anak menggunakan balok sebagai kereta api, anak memberikan simbol bermain dengan kata-kata misalnya ketika mereka bernyanyi. 
2.      Bermakna
Melalui bermain anak-anak memperoleh pengalaman yang bermakna bagi dirinya. Johnson (1990) dalam Sue Dockett dan Marilyn Fleer (2000) mengemukakan bahwa bermain adalah jendela dan kesempatan untuk belajar. Artinya anak-anak bermain dengan menggambarkan apa yang telah mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Melalui bermain anak membangun pengetahuan dan ketrampilan memecahkan masalah.
3.      Bermain adalah aktif
Bermain melibatkan berbagai aktivitas baik fisik maupun mental. Melalui bermain anak menggunakan tubuhnya untuk bergerak, berlari, berjalan, melompat, memegang, melempar dan sebagainya. Melalui bermain anak-anak juga menggunakan kemampuan psikis seperti mengamati. Berimajinasi dan berfikir.
4.      Bermain adalah kegiatan yang menyenangkan
Bermain adalah kegiatan yang menyenangkan untuk anak, sehingga pendidik dapat menggunakan kegiatan bermain untuk sarana belajar bagi anak. Kegiatan bermain tidak tertuju pada hasil kegiatan tetapi pada proses. Melalui bermain anak dapat memenuhi kebutuhan yang berksitsn dengsn aspek-aspek perkembangannya seperti kebutuhan fisik, sosial, emosi dan intelektual.
5.      Bermain adalah kegiatan sukarela atau volunter
Kegiatan anak dalam bermain didasarkan pada motivasi intrinsik. Artinya anak bermain kalau dia ingin main. Mereka juga memilih untuk tidak akan terlibat dalam bermain kalau tidak mau bermain. Dengan demikian bermain bukan hal yang dapat dipaksakan.
6.      Bermain ditentukan oleh aturan
Bermain ditentukan oleh beberapa aturan, ada aturan yang dihubungkan dengan jumlah waktu yang digunakan, atau peralatan yang dapat digunakan dalam bermain.
7.      Bermain adalah episodik
Episode dalam bermain meliputi permulaan, tengah-tengah dan akhir. Bermain mempunyai orientasi awal misalnya ketika anak-anak merencanakan apa kegiatan yang diinginkannya dalam bermain. Episode tengah merupakan kegiatan inti dalam bermain dimana dalam episode ini anak mengerahkan kemampuan fisik dan mentalnya pada suatu obyek atau situasi bermain. Episode akhir terjadi ketika anak-anak mulai mengalihkan perhatiannya dari satu tema kepada tema atau kegiatan lain.

1 komentar:

Spin Casino – Best Casino Site in Asia, New Online Casino
Spin Casino offers you septcasino all the 제왕 카지노 thrills you are looking for, from slots and live choegocasino dealer table games to live dealer slots and progressive jackpots. Try your luck in the

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More